"Bagaimana membuat Smarter Planet dengan Smarter Computing”

Diposting oleh Mediana on 6:44:00 PM

Berdasarkan kultwit @IBMSystemsID, saya akan menuliskan topik tentang Smarter Planet dan Smarter Computing

Smarter Cities

#Smarterplanet, maka konteks realisasinya adalah pada kota di mana kita tinggal dan hidup.

Dengan membawa objek diskusi menjadi berskala kota, #smarterplanet mau tidak mau bicara ttg #smartercities. Lalu, apa itu #smartercities?

01. #Smartercities punya dua sasaran. A. Bgmn kota itu menciptakan hidup yg berkualitas bg warganya dan org yg datang ke kota tersebut. B...

02. dan B. Bgmn kota tersebut tumbuh dan berkembang secara ekonomi, sehingga nadi dan gerak warganya menjadi lebih aktif, juga dinamis.

03. Dlm hal peningkatan kualitas hidup warganya, #smartcities punya 3 fokus: desain kota, manajemen energi dan air, sistem transportasi.

04. Tapi jg penting dlm hal peningkatan kualitas hidup warga adl penciptaan kota yg sehat dan aman. Bagaimana menciptakannya? #Smartercities

05. ..? Lwt inovasi jrgn kshtn lokal, mnjmen penyakit dan pencegahannya, layanan sosial, keamanan pangan, dan keamanan publik n individual.

06. Kualitas hidup warga jg dicapai dg menciptakan kota yg sustainable. Misalnya, mengurangi konsumsi energi n air, menekan emisi CO2 dll.

07. Kualitas hidup warga jg hrs ditunjukkan dg tatapemerintahan yg baik, dmn transparansi n akuntabilitas mjd suatu yg wajib. #Smartercities

08. #Smartercities juga hrs ditopang oleh pemerintahan yg mau mendengarkan, memahami, dan merespon kebutuhan warga dan pelaku bisnis.

09. #Smartercities jg menciptakan budaya dan kegiatan yg dpt menarik pengunjung, membuat warga terlibat dlm kegiatan seni, budaya, n wisata.

10. Ragam kegiatan yg digarap scr menarik menciptakan kota sbg tujuan lokasi utk tinggal. Ini meningkatkan kota mjd berstandar dunia.

11. Nah, #smartercities yg digambarkan di atas bisa dicapai lwt pendekatan sistem komputasi yg lebih pintar. #Smartercomputing istilahnya.

12. Maka, #smartercities dpt didefinisikan sbg kota yg dpt mengoptimalkan penggunaan slrh informasi yg tersedia scr terkoneksi ke arah...

13. ..ke arah yg lebih baik dan mengontrol operasi dan optimalisasi penggunaan sumber daya yg terbatas spt air, energi, tanah dsb.

14. #Smartercities menyeimbangkan kebutuhan sosial, komersial, n lingkungan, dg mengoptimalkan seluruh sumberdaya yg tersedia. Bgmn caranya?

15. Yakni dg menyediakan IT utk mendesain, membangun, dan mengoperasikan seluruh infrastruktur kota. Tanpa IT, #smartercities cm skdr mimpi.

16. Kebayang gak, sistem busway itu dilengkapi IT, shg org gak berebut di pintu masuk. Jd org tjepit pintu kyk berita Kompas kmrn gak tjd.

17. Macet di Jkt mslnya, jg bisa dipecahkan jk smua variabel mobility diukur, lalu lintas dipolakan, kendaraan dapat diketahui mobilitasnya.

18. Macet baru satu aspek yg bisa dipecahkan lwt IT. Yg lain mslnya bgmn konsumsi energi para warganya. Tanpa IT, energi srg terbuang sia2.

19. Ada 3 syarat yg perlu dilihat utk mbangun #smartcities, yg jika dilakukan slrh kota akan membuat planet ini lbh cerdas, #smarterplanet.

20. Syarat 1. Pengambilan keputusan harus menjadi lebih cerdas INTELLIGENT. Mk, jgn ngandelin otak manusia doang kl ngambil keputusan.
 
21. Syarat 2: Dunia kita hrs menjadi lebih saling terhubung (INTERCONNECTED). Jadi, nggak ada lagi ceritanya kita bisa hidup sendirian.

22. Syarat 3. Kira-2 apa? Dunia kita hrs semakin INSTRUMENTED. Artinya, smkn bnyk yg dikendalikan oleh perangkat dan instrumen. Bkn manual.

Smarter Computing

01. Kagak usah jauh-2 ambil contoh soal . Dulu kita menikmati info cuman dr tv atau komputer di meja yg segede bagong.

02. Skrg, bahkan sambil kita menunggu pesen makanan, menyintas macet, kita masih bisa menikmati dan mengakses informasi..

Dulu server ukurannya bisa segede rumah. Dulu komputer segede gajah. Skrg, alat itu bahkan bisa ada dlm genggaman tangan.

03. So,  ditandai salah 1-nya dr perubahan cara org mengakses informasi. Dr workstation ke mobile devices, smartphone, etc.

04. Tanda yg lain adl bagaimana teknologi informasi diaplikasikan dan digunakan. 

05. Dahulu, alat komputasi dibangun utk membantu sistem bisnis yang besar dan raksasa, hny utk urusan korporasi besar.

05. Dulu, server atau komputer bekerja utk sistem yg kompleks dan besar. Bukan utk kepentingan personal atau individual.

06. Coba cek skrg di sekelilingmu. Tubuhmu pun boleh jadi dijejali dg peralatan komputasi canggih. .

07. Skrg, nyaris tidak ada manusia yg tdk berinteraksi dg perangkat komputasi, apapun bentuknya. .

08. Yg jg menjadi tanda dr era  adalah bgmn arsitektur sistem yg menopang teknologi informasi. Bingung maksudnya? Gini...

09. Dulu, rancangan sistem teknologi informasi itu sangat rumit, dan masing-masing berkembang sendiri-2. Nggak akurlah..

10. Contohnya ambil yg simpel aja. Dulu setiap pembuat alat IT merasa hrs mengembangkan sistem sendiri yg gak gampang diikuti org lain.

11. Bikin sambungan kabel ya hrs yg spesifik, biar org lain gak bisa pake atau niru. Biar org lain ngikut standar kita. .

12. Coba liat colokan power buat laptop jaman dulu sbg contoh. Skrg, sebagian besar sdh mengarah pd satu standar yg sama.

13. Contoh lain misalnya colokan buat optical drive. Dulu setiap merek beda. Skrg semua sdh pake standar USB yg sama.

14. Itu baru contoh kecil. Dlm banyak hal yg lebih besar, sistem IT mengarah pada arsitektur yg fleksibel, yg lebih berorientasi pd kinerja.

15. Jadi ketika kita memasuki era , kita bisa membayangkan bgmn data-2 diintegrasikan, dikelola, dan dimanfaatkan.

16. Dlm dunia yg makin terdigitalisasi ini, masalah terbesar adl bgmn mengelola n memanfaatkan data2 digital yg sedemikian besar. 

17. Ambil contoh diri kamu sendiri deh. Brp banyak foto/gambar yg kamu jepret dari ponsel, kamera digital, BB, iPod dll?

18. Brp banyak dari gambar/images yg bertebaran itu punya manfaat atau dpt digunakan lagi pada kesempatan lain utk tujuan lain? 

19. Semuanya menumpuk n trs menggunung menjadi sampah doang, kan? Bygkan jika setiap org punya tumpukan sampah digital tanpa termanfaatkan.

20. Pertanyaannya, bgmn memanfaatkannya? Bgmn mengelolanya? Bgmn mengolahnya? Thats the big question and challenging. 

21. Data yg sedemikian besar dan tak terstruktur itu, jika mau dimanfaatkan bisa ditempatkan dalam satu keranjang, kita sebut saja Sistem.

22. System ini hrs bisa dipahami n "dibaca" shg dpt memberi manfaat, mslnya menimbulkan inspirasi baru, menghasilkan bentuk data baru, dll.

Cloud Computing

01. . Atau dibahasaindonesiakan Komputasi Awan kayaknya menarik utk diobrolin pagi ini.

02. Apa itu ? Apa manfaatnya buat kita-kita yg awam?

03.  gampangnya gini: ini adalah sistem atau arsitektur dlm IT di mana sumberdaya komputasi itu diakses melalui internet.

04. Nah, dlm diagram, internet itu sering digambarkan sbg awan. Maka  sendiri mrpk komputasi berbasis internet.

05. Sbg konsumen atau pengguna internet, kita sbnrnya sudah "menggunakan"  melalui YahooMail, GoogleDocs, MSN Messenger, dll

06. Layanan2 tsb mrpk salah satu bagian dr , di mana software/aplikasi dijadikan suatu layanan yg ditawarkan kpd org lain.

07. Kita suka nggak sadar, bhw sbnrnya  itu sudah ada dlm hidup kita, hny krn istilah itu kelihatan rumit.

08. Dlm , semua sumberdaya komputasi spt aplikasi, datacenter, nggak hrs kita taruh di tempat kita sendiri.

09. Kalo msh juga sulit dipahami,  itu mirip kyk gini: Utk bisa makan sate kambing, kita gak perlu pelihara kambing sendiri.

10. . Kita bisa makan sate kambing sesuai porsi/kebutuhan kita dan hanya membayar sejumlah yg kita makan. Efisien kan?

11. Masa utk makan sate kambing kita hrs pelihara kambing sendiri. Utk makan opor ayam kita mesti pelihara ayam sendiri?.

12.  ini yg disediakan juga bisa bermacam-2. Dari software semacam GoogleDocs, bisa juga berbentuk platform.

13. Selain software dan platform sbg layanan, juga memungkinkan infrastruktur ditawarkan sbg layanan.

01. Hari ini kita akan ngobrol tentang efisiensi dan produktivitas yg dihasilkan berkat implementasi .

02. Ada yang pernah dengar nama Acxiom? Ini adl prsh berpusat di kampungnya Bill Clinton, Arkansas, negeri Paman Sam sono.

03. Acxiom ini adl prsh layanan IT dan marketing yg pelanggannya adl prsh besar dr otomotif, bank, kesehatan, gov,dll..

Dg klien dr prsh besar dg jml yg besar pula, Acxiom hrs menemukan cara utk dpt memberikan servis memuaskan bg pelanggannya. .

05. Kbykan client Acxiom memercayakan data pelanggan dan data perusahaan kpd Acxiom utk dikelola. .

06. Mau tau jumlah servernya Acxiom yg dipakai utk menyimpan data pelanggannya? 23.500 unit. Kebayang gak ngurusinnya?

07. Brp besar data yg hrs dikelola oleh Acxiom? 12,2 PetaByte? 1 PetaByte = 1 juta GB. .

08. Saat data klien terus bertambah, Acxiom dihadapkan pd pilihan utk menambah datacenter atau cari solusi yg lebih cerdas..

09. Acxiom pun menjatuhkan pilihan utk membangun sistem #, utk mengurangi kompleksitas penanganan data.

10. Maka, Acxiom pun memilih high-performance IBM® eX5 enterprise sbg penopang sistem  mereka.

11. Stlh memasang 100 server high-performance IBM® eX5, apa yg didapat oleh Acxiom? 

12. Acxiom dapat meningkatkan performa servernya 5 kali lebih cepat dibandingkan dengan sistem sebelumnya. Benefit1.

13. Acxiom jg dpt menambah kebutuhan server baru sebanyak 2,700 unit tanpa harus memperluas area utk menempatkan datacenter. 

14. Dan ini yg plg penting, biaya yg dikeluarkan utk infratstuktur baru yg 5 kali lebih hebat ini lebih murah 15 kali lipat. 

Menurut saya cara membuat Smarter Planet dengan Smarter Computing adalah dengan mengintegrasikan kemajuan teknologi didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas, maka pintu kemudahan akan terbuka. Data dapat diintegrasikan, dikelola, dan dimanfaatkan. Dimulai dengan mengedukasi pelajaran TIK(Teknologi Informasi dan Komunikasi) , pelatihan, workshop, seminar, diskusi, dsb pada anak sekolah maka kita telah menciptakan generasi yang handal. Adanya pengetahuan dalam bidang IT maka dengan sendirinya sebagian orang akan memikirkan cara yang efektif untuk mengimprovisasi sistem yang ada ataupun membuat sistem baru yang lebih efisien. Saya yakin Indonesia bisa maju. Dikutip dari kompas.com, "Di Surabaya, Smarter Planet juga sudah diterapkan. Di di beberapa lokasi, cerita Mohammad Ghozie, sudah dipasang sejumlah kamera untuk mengawasi kondisi sekitar Kamera yang bisa berputar 360 derajat itu bukan cuma mengambil gambar-gambar dari kondisi sekitar, tetapi juga bisa di-zoom ke detail tertentu untuk memudahkan pelacakan kejadian, misalnya perampokan." Untuk membangun smarter cities juga dibutuhkan smarter computing, infrastuktur, spesifikasi hardware dan software yang berkualitas untuk memudahkan sarana belajar mengajar. Perlunya dukungan pemerintah untuk mau ikut turut serta membantu edukasi tersebut, Jika semua sudah terpenuhi, saya yakin smarter planet akan tercipta dengan generasi yang berbudi akal tinggi.

Jadi mulailah dahulu dengan smarter cities untuk membangun smarter planet menggunakan smarter computing.


0 komentar: